Sunday, January 31, 2010

Latihan Subnetting, VLSM

Network address : 200.200.200.0/16

Ada 5 network yang dibuat yaitu :

Management

32 host

HRD

16 Host

Administrasi

8 Host

IT

4 Host

Sales

16 Host

Jaringan yang dibuat menggunakan 3 Router yaitu Router0, Router1 dan router2. Dihubungkan masing-masing dengan menggunakan connection DCE (clock rate 9600).

Subnetting IP ini menggunakan metode VLSM :

Nama

Host

NA

Range

Broadcast

SM

Management

32 host

200.200.200.0

200.200.200.1-200.200.200.30

200.200.200.31

255.255.255.224

HRD

16 Host

200.200.200.32

200.200.200.33-200.200.200.46

200.200.200.47

255.255.255.240

Administrasi

8 Host

200.200.200.48

200.200.200.49-200.200.200.54

200.200.200.55

255.255.255.248

IT

4 Host

200.200.200.56

200.200.200.57-200.200.200.58

200.200.200.59

255.255.255.252

Sales

16 Host

200.200.200.60

200.200.200.61-200.200.200.74

200.200.200.75

255.255.255.240

Dalam Metode VLSM subnet mask memiliki perbedaan dalam setiap network. Karena ini yang disebut lebih efisien dibandingkan dengan metode CIDR.

Kemudian jika kita menggunakan metode VLSM, harus diketahui terlebih dahulu berapa host yang dibutuhkan paling banyak dari setiap network yang ingin dibuat. Misalnya, dari 5 network yang paling besar 32 host. Maka di management terlebih dahulu lah kita melakukan subnetting. Jika hal itu tidak dilakukan, maka yang terjadi akan overlap. Misalkan kita melakukan subnetting mulai dari HRD, kemudian ketika kita ingin melakukan subnetting di management akan terjadi overlap.

Nah, jika sudah dilakukan subnetting terhadap network yang dibuthkan, maka sekarang melakukan subnetting IP pada setiap Router.

Dari setiap antar router kita buat anggap range hostnya 8 host. Maka:

Nama

Range

Router0-router1

200.200.200.77-200.200.200.82/29

Router1-router2

200.200.200.85-200.200.200.90/29

Router0-Router2

200.200.200.93-200.200.200.98/29

Di router0

F0/0 = 200.200.200.33 (untuk HRD)

F0/1 = 200.200.200.1 (untuk management)

S0/0/0= 200.200.200.77 (ke router1)

S0/0/1= 200.200.200.93 (ke router2)

Di router1

F0/0=200.200.200.61 (untuk Sales)

S0/0/0= 200.200.200.82 (ke router0)

S0/0/1= 200.200.200.85 (ke router2)

Di router2

F0/0= 200.200.200.57 (untuk IT)

F0/1= 200.200.200.49 (untuk Administrasi)

S0/0/0=200.200.200.98 (ke router0)

S0/0/1=200.200.200.90 (ke router1)

Sudah semua subnetting dilakukan , sekarang tinggal routing setiap router.

Selesai, semoga bermanfaat

1 comments:

  1. mantep mas tutorialnya..
    mas, saya penasaran subneting IPv6 gmn ya?

    ReplyDelete